Iklan

Bapas Kelas I Medan Gelar FGD Kelayan Binter, Perkuat Dukungan bagi 8.039 Klien Pemasyarakatan

Admin : Gunawan
Kamis, 17 September 2026, 22.18 WIB Last Updated 2026-09-17T15:19:15Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



MEDAN || MataNetizenNews.com – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Medan memperkuat pembimbingan dan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan melalui Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter), sekaligus bentuk Kelayan Binter, Kamis (17/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Aula Bapas Kelas I Medan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembimbingan, pengawasan, dan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan melalui kolaborasi lintas sektor.


Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, pada kegiatan tersebut diwakili oleh Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Zulkifli Bintang.

Turut hadir Kepala Bapas Kelas I Medan Kriston Napitupulu, Kepala Lapas Kelas I Medan Fonika Affandi, serta Kepala Rutan Kelas I Tanjung Gusta Medan Andi Surya.

Kegiatan juga dihadiri Camat Medan Helvetia beserta para lurah, kepala lingkungan, unsur TNI-Polri, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, serta mitra Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas).

Bapas Medan Bimbing 8.039 Klien Pemasyarakatan

Dalam laporan Kepala Bapas Kelas I Medan, disampaikan bahwa jumlah Klien Pemasyarakatan yang saat ini berada dalam pembimbingan Bapas Kelas I Medan mencapai 8.039 orang.

Jumlah tersebut terdiri atas 7.822 Klien dewasa dan 217 Klien anak yang tersebar di 17 kabupaten dan kota yang menjadi wilayah kerja Bapas Kelas I Medan.

Khusus wilayah Kota Medan terdapat 765 Klien Pemasyarakatan yang masih menjalani masa pembimbingan. Sementara di Kecamatan Medan Helvetia tercatat 71 Klien Pemasyarakatan, dengan sekitar 65 persen di antaranya terkait tindak pidana narkotika.

Data tersebut menunjukkan pentingnya dukungan berbagai pihak dalam membantu Klien Pemasyarakatan menjalani proses pembauran kembali di tengah masyarakat.

Kelayan Binter Perkuat Reintegrasi Sosial

Kelayan Binter merupakan wadah kolaborasi yang melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum dan kewilayahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Pokmas Lipas.

Melalui kelompok tersebut, berbagai pihak bersama-sama memberikan dukungan, pengawasan, dan bimbingan integrasi kepada Klien Pemasyarakatan yang menjalani masa pembauran kembali di tengah masyarakat.

Pembentukan Kelayan Binter mengacu pada Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Nomor M.IP-01.PK.04.02 Tahun 2026 tentang Pedoman Pembentukan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi pada Balai Pemasyarakatan.

Kelayan Binter berkedudukan sebagai salah satu pilar layanan operasional di bawah naungan Griya Abhipraya dengan fokus pada penguatan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan.

Terdapat tiga aspek utama yang menjadi perhatian, yakni membantu menciptakan lingkungan masyarakat yang kondusif dan mengurangi stigma serta diskriminasi, memberikan dukungan sosial dan aksesibilitas, serta memperkuat pengawasan kolaboratif di lingkungan tempat tinggal Klien.

40 Mitra Lintas Sektor Ikuti Peresmian Kelayan Binter

Peresmian Kelayan Binter Bapas Kelas I Medan diikuti 40 peserta dari berbagai unsur lintas sektor.

Peserta berasal dari unsur pemerintahan dan kewilayahan, yakni Camat Medan Helvetia, tujuh lurah, serta 14 kepala lingkungan.

Dari unsur TNI-Polri hadir Kapolsek Medan Helvetia, Danramil Koramil 0201-Medan Sunggal, empat personel Bhabinkamtibmas, serta empat personel Babinsa.

Kegiatan turut melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua DPD FKPPI Sumatera Utara, Ketua DPD GRIB Jaya Sumatera Utara, serta mitra Pokmas Lipas.

Mitra Pokmas Lipas yang terlibat antara lain Yayasan Anugerah Insan Residivist (YAIR), Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia, Yayasan Hj. Supangat, dan Rumah Doa Yayasan Berkat Keselamatan Insani.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan memperkuat koordinasi dalam memberikan pendampingan kepada Klien Pemasyarakatan agar mampu kembali menjalankan kehidupan secara mandiri, taat hukum, dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Melalui Kelayan Binter, Bapas Kelas I Medan terus mendorong pelaksanaan Pemasyarakatan yang inklusif, humanis, kolaboratif, dan akuntabel, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mendukung keberhasilan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan.

(Red)
Komentar

Tampilkan

Terkini