masukkan script iklan disini
LANGKAT | MataNetizenNews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Langkat memanfaatkan lahan idle untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dengan menanam 150 bibit Pepaya California, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan melalui Seksi Kegiatan Kerja tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Dari program budidaya hortikultura ini, Lapas menargetkan hasil panen sekitar 500 kilogram pepaya berkualitas.
Selain mengoptimalkan lahan yang belum dimanfaatkan, program ini juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan melalui pemberian keterampilan di bidang pertanian. Perawatan tanaman dilakukan di bawah pengawasan petugas kegiatan kerja dengan melibatkan dua orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang bertugas sebagai Tamping Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat, Yan Patmos, mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
"Kegiatan ini merupakan bentuk keselarasan program kerja Lapas Narkotika Langkat dengan Asta Cita Presiden RI dan 15 Program Aksi Kemenimipas. Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata, baik dalam mendukung ketahanan pangan maupun membentuk kemandirian warga binaan melalui keterampilan bertani," ujar Yan Patmos.
Menurutnya, pembinaan melalui budidaya hortikultura diharapkan mampu menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta jiwa wirausaha bagi warga binaan sehingga memiliki bekal keterampilan produktif saat bebas nanti.
Melalui pemanfaatan lahan idle menjadi kebun hortikultura, Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program prioritas pemerintah sekaligus mewujudkan pembinaan pemasyarakatan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.
(Redaksi)




