Iklan

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Kabapas Medan dan Kakanwil Ditjenpas Sumut Hadiri Dialog Harapan Anak Binaan Bersama Menteri Imipas dan Kepala KSP

Admin : Gunawan
Sabtu, 25 Juli 2026, 03.55 WIB Last Updated 2026-07-25T10:55:54Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


MEDAN || MATANETIZENNEWS.COM – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026, Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Medan, Kriston Napitupulu, mendampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, mengikuti kegiatan Kunjungan Kerja Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan secara virtual, Selasa (21/07/2026).

Kegiatan bertajuk “Temu Kasih dan Dialog Harapan Anak Binaan” tersebut dipusatkan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang dan diikuti secara serentak oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Turut mendampingi Kepala Bapas Kelas I Medan dalam kegiatan tersebut, Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak (Kasi BKA), Kepala LPKA Kelas I Medan, serta jajaran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Madya Bapas Kelas I Medan.

Dalam agenda utama, Kepala Kantor Staf Presiden RI bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menyapa secara langsung serta berdialog interaktif dengan Anak Binaan Pemasyarakatan dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen negara dalam memenuhi hak-hak anak, termasuk memberikan perlindungan hukum dan pembinaan yang berorientasi pada masa depan anak yang berhadapan dengan hukum.

Peringatan Hari Anak Nasional di LPKA Kelas I Medan berlangsung penuh makna dan menyentuh hati melalui prosesi pencucian kaki ibu oleh Anak Binaan Pemasyarakatan. Momen tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumut, Kepala Bapas Kelas I Medan, dan Kepala LPKA Kelas I Medan.

Suasana haru pun tak terbendung saat para Anak Binaan bersimpuh di hadapan orang tua mereka, membasuh kaki, memohon maaf atas kekhilafan yang pernah dilakukan, serta meminta doa dan restu untuk menata masa depan yang lebih baik.

Prosesi tersebut menjadi simbol kuat bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga membangun nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang keluarga, serta menumbuhkan kesadaran untuk berubah menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026, jajaran Pemasyarakatan di Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang humanis, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak, sebagai generasi penerus bangsa.

(Redaksi)
Komentar

Tampilkan

Terkini