Iklan

Arus Peti Kemas PMT Belawan dan Kuala Tanjung Tumbuh 6 Persen hingga Mei 2026, Aktivitas Logistik Kian Bergairah

Admin : Gunawan
Minggu, 28 Juni 2026, 03.26 WIB Last Updated 2026-06-28T10:27:00Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


BELAWAN || MATANETIZENNEWS.COM – Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung terus menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perlambatan perdagangan internasional. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, arus peti kemas yang dikelola PT Prima Multi Terminal (PMT) mencapai 286.195 TEUs, meningkat sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (28/06/26).

Peningkatan tersebut mencerminkan mulai pulihnya pergerakan logistik di wilayah barat Indonesia. Pertumbuhan ditopang kuatnya distribusi domestik serta meningkatnya ekspor komoditas dan produk hasil hilirisasi dari kawasan industri di Sumatera, meski permintaan global masih menghadapi tekanan.

Kontributor terbesar berasal dari aktivitas peti kemas internasional di Terminal 2 Kuala Tanjung. Hingga Mei 2026, volume peti kemas internasional mencapai 15.734 TEUs, melonjak 220 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, aktivitas bongkar muat peti kemas di terminal tersebut juga tumbuh 12 persen menjadi 30.057 TEUs.

Pertumbuhan itu didukung meningkatnya arus ekspor dan impor serta terjaganya distribusi bahan baku industri, barang konsumsi, dan kebutuhan manufaktur yang masih ditopang aktivitas industri nasional.

Tak hanya layanan peti kemas, aktivitas bongkar muat barang nonpeti kemas di Terminal Kuala Tanjung juga mengalami lonjakan signifikan. Hingga Mei 2026, volumenya mencapai 389.114 ton, meningkat 155 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya distribusi komoditas curah dan kebutuhan industri dari kawasan hinterland Sumatera.

Sementara itu, di Terminal 1 Belawan Domestik, volume peti kemas mencapai 256.138 TEUs, naik 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong meningkatnya distribusi barang antarpulau untuk memenuhi kebutuhan industri dan konsumsi, serta bertambahnya pengiriman komoditas dan produk olahan dari Sumatera ke berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Rudi Susanto, mengatakan peningkatan arus barang menjadi indikator mulai bergeraknya kembali aktivitas industri dan perdagangan di Sumatera setelah menghadapi tekanan akibat perlambatan ekonomi global.

"Distribusi domestik masih menjadi penopang utama, sementara aktivitas ekspor mulai menunjukkan peningkatan, terutama dari sektor industri pengolahan dan komoditas. Hal itu mendorong kenaikan arus peti kemas di terminal yang kami kelola," ujar Rudi.

Meski demikian, menurutnya sektor kepelabuhanan masih menghadapi tantangan berupa perubahan jaringan pelayaran internasional, pergeseran jalur logistik global, serta dampak ketegangan geopolitik yang memengaruhi biaya distribusi dan waktu pengiriman barang. Karena itu, peningkatan efisiensi operasional menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing pelabuhan.

PMT mencatat rasio effective time terhadap berthing time (ET/BT) di Terminal Belawan mencapai 86,26 persen. Sementara itu, rasio ET/BT di Terminal Kuala Tanjung tercatat 74,83 persen untuk layanan internasional dan 65,45 persen untuk layanan domestik.

Untuk mempertahankan kinerja tersebut, perusahaan terus mengoptimalkan peralatan bongkar muat, menata lapangan penumpukan, serta memperkuat koordinasi operasional dengan pengguna jasa dan antarterminal.

Selain meningkatkan produktivitas, PMT juga memperkuat implementasi program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui inspeksi berkala, standardisasi peralatan operasional, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja guna mempertahankan target nihil kecelakaan kerja.

Rudi menilai keandalan pelabuhan akan semakin berperan dalam mendukung daya saing industri nasional. Menurutnya, peningkatan efisiensi layanan kepelabuhanan dapat membantu menekan biaya logistik, memperlancar distribusi barang, sekaligus meningkatkan daya saing ekspor Indonesia.

Dengan letaknya yang strategis di jalur perdagangan internasional Selat Malaka, Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung diperkirakan akan terus menjadi simpul logistik penting di wilayah barat Indonesia seiring berkembangnya kawasan industri dan program hilirisasi di Sumatera.

(Fay)

Komentar

Tampilkan

Terkini