masukkan script iklan disini
LABUHANBATU || MataNetizenNews.com – Stasiun Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, terus memperkuat perannya sebagai simpul transportasi penting yang mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Sepanjang Januari hingga September 2026, stasiun tersebut mencatatkan 389.881 pelanggan, meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 349.263 pelanggan (13/10/26).
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan peningkatan jumlah pelanggan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api.
Menurutnya, konektivitas kereta api dari Rantauprapat menuju Medan dan kota-kota lain yang terhubung dalam jaringan perjalanan memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat untuk menunjang berbagai aktivitas, baik pekerjaan, pendidikan, maupun keperluan lainnya.
“Konektivitas menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung aktivitas masyarakat. Melalui layanan kereta api dari Rantauprapat menuju Medan dan kota-kota lain yang terhubung dalam jaringan perjalanan, masyarakat memiliki alternatif transportasi untuk menjalankan berbagai keperluan secara lebih terencana,” ujar Anwar dalam keterangan persnya, Minggu (11/10/2026).
Secara historis, Stasiun Rantauprapat mulai beroperasi pada 1937, bersamaan dengan dibukanya jalur kereta api lintas Kisaran–Rantauprapat. Pada masa awal operasionalnya, stasiun ini berperan mendukung distribusi hasil perkebunan karet dan kelapa sawit di wilayah Labuhanbatu menuju Pelabuhan Belawan untuk kepentingan ekspor.
Seiring perkembangan sistem perkeretaapian nasional setelah nasionalisasi perusahaan Deli Spoorweg Maatschappij (DSM), fungsi Stasiun Rantauprapat semakin berkembang. Tidak hanya mendukung distribusi komoditas, stasiun ini juga menjadi bagian penting dalam pelayanan angkutan penumpang.
Tingginya kebutuhan perjalanan masyarakat turut terlihat dari peningkatan jumlah pelanggan yang dilayani. Pada 2025, rekor tertinggi pelanggan naik dan turun tercatat pada April sebanyak 48.252 orang. Angka tersebut kembali meningkat pada Maret 2026, bertepatan dengan momentum Idulfitri 1447 Hijriah, dengan total 55.561 pelanggan naik dan turun.
Anwar menjelaskan, kemudahan akses transportasi memiliki peran penting dalam memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi daerah.
“Transportasi yang terhubung dengan baik dapat membantu memperlancar mobilitas masyarakat dan memperluas akses terhadap berbagai aktivitas ekonomi. Semakin mudah akses dan mobilitas dari dan menuju suatu daerah, turut berdampak meningkatkan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut,” jelasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat, Stasiun Rantauprapat setiap hari melayani enam perjalanan Kereta Api (KA) Sribilah Utama yang datang dan berangkat. Selain itu, KAI juga mengoperasikan KA Sribilah Fakultatif dengan relasi Medan–Rantauprapat pulang-pergi (PP) pada periode tertentu, seperti libur panjang nasional dan hari besar keagamaan.
KAI Divre I Sumatera Utara terus berupaya menjaga keandalan operasional serta kualitas pelayanan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi kereta api. Kesiapan sarana, prasarana, dan petugas menjadi bagian penting dalam mendukung perjalanan yang aman dan sesuai standar operasional.
“Pertumbuhan kebutuhan mobilitas masyarakat harus diimbangi dengan konsistensi dalam menjaga keselamatan dan kualitas pelayanan. KAI Divre I Sumatera Utara terus berupaya memastikan perjalanan kereta api berjalan sesuai standar operasional, didukung kesiapan sarana, prasarana, dan petugas dalam menjalankan tugasnya,” tutup Anwar.
(Fay /Gun)




