masukkan script iklan disini
PERBAUNGAN || MataNetizenNews.com – Stasiun Perbaungan di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, terus memperkuat perannya sebagai simpul transportasi yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat sebanyak 43.858 pelanggan naik dan turun di stasiun tersebut sepanjang Januari hingga September 2026, meningkat 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 37.004 pelanggan (18/10/26).
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan peningkatan jumlah pelanggan tersebut tidak terlepas dari peningkatan fasilitas pelayanan setelah renovasi Stasiun Perbaungan yang diresmikan pada 25 Desember 2025.
“Pertumbuhan jumlah penumpang tersebut tidak terlepas dari selesainya renovasi yang dilakukan. Dengan ruang tunggu yang lebih luas dan nyaman serta fasilitas yang lebih lengkap, membuat banyak masyarakat memilih kereta api untuk bertransportasi,” ujar Anwar.
Menurutnya, Stasiun Perbaungan memiliki nilai historis penting karena telah melayani perjalanan kereta api sejak 1890. Hingga saat ini, keberadaan stasiun tersebut tetap relevan dalam memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat dan memperkuat konektivitas antardaerah di Sumatera Utara.
Peningkatan mobilitas melalui stasiun ini juga sejalan dengan perkembangan perekonomian Kabupaten Serdang Bedagai. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Serdang Bedagai pada Triwulan II 2026 tumbuh 5,96 persen secara tahunan atau year-on-year. Sementara itu, kategori penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan sebesar 19,55 persen.
Anwar menilai, meningkatnya pergerakan penumpang berpotensi memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar stasiun, mulai dari usaha kuliner, penginapan, perdagangan kecil hingga jasa transportasi lanjutan.
“Pergerakan penumpang melalui Stasiun Perbaungan turut berpotensi mendukung kegiatan ekonomi warga sekitarnya. Arus orang yang datang dan berangkat dapat membuka peluang bagi usaha penginapan, makanan, perdagangan kecil, serta layanan transportasi lanjutan,” katanya.
Saat ini, Stasiun Perbaungan melayani 12 perjalanan kereta api reguler setiap hari. Layanan tersebut terdiri atas enam perjalanan KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai pulang-pergi (PP), empat perjalanan KA Siantar Ekspres relasi Medan–Siantar PP, serta dua perjalanan KA Sribilah Utama PP.
Selain itu, KA Sribilah Fakultatif juga singgah di stasiun tersebut pada momen-momen tertentu untuk mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat.
Tidak hanya berperan dalam transportasi penumpang, Stasiun Perbaungan turut mendukung rantai pasok logistik melalui fasilitas tempat muat minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Fasilitas tersebut merupakan bagian dari kerja sama strategis KAI Divre I Sumatera Utara dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Adolina.
Menurut Anwar, dukungan terhadap angkutan CPO memperlihatkan bahwa fungsi Stasiun Perbaungan tidak terbatas pada pelayanan penumpang, tetapi juga berkontribusi dalam distribusi komoditas unggulan Sumatera Utara.
“Stasiun Perbaungan mempertegas perannya yang tidak hanya sebagai simpul utama penyedia konektivitas mobilitas warga, tetapi juga pendukung penting distribusi CPO sebagai komoditas unggulan Sumatera Utara menuju pasar domestik maupun global,” ungkapnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan dan optimalisasi fasilitas stasiun diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, baik dalam mendukung kelancaran perjalanan maupun memperkuat aktivitas ekonomi dan distribusi logistik daerah.
Dengan pertumbuhan pelanggan yang mencapai 19 persen, Stasiun Perbaungan semakin menunjukkan perannya sebagai bagian penting dari jaringan transportasi kereta api yang menghubungkan masyarakat, mendukung kegiatan usaha, dan memperkuat konektivitas wilayah Serdang Bedagai dengan daerah lain di Sumatera Utara.
(Fay)




