masukkan script iklan disini
MEDAN || MataNetizenNews.com – Upaya mengoptimalkan pemanfaatan aset negara sekaligus memperkuat tata kelola kawasan pelabuhan terus diperkuat. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Belawan bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) resmi menandatangani Perjanjian Pelaksanaan Tukar Menukar Barang Milik Negara (BMN), Kamis (29/10/2026).
Penandatanganan yang berlangsung di Kantor Pelindo Regional 1 tersebut dilakukan langsung oleh Kepala KSOP Utama Belawan, Mukhlish Tohepaly, S.T., M.T., bersama Executive Director 1 Pelindo Regional 1, Hanny Uktolseya.
Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara regulator dan operator pelabuhan, khususnya dalam penataan serta optimalisasi pemanfaatan aset negara di kawasan Pelabuhan Belawan.
Executive Director 1 Pelindo Regional 1, Hanny Uktolseya, mengatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah penting untuk menciptakan tata kelola kawasan pelabuhan yang lebih terintegrasi dan mendukung kelancaran operasional.
Menurutnya, pertukaran aset BMN akan memberikan kepastian penataan ruang bagi kedua belah pihak. Dengan pengelolaan aset yang lebih tertata dan tepat sasaran, diharapkan efisiensi operasional serta kualitas pelayanan logistik di Pelabuhan Belawan semakin meningkat.
"Tukar menukar aset BMN ini akan memberikan kepastian tata ruang bagi kedua belah pihak. Dengan penataan aset yang lebih rapi dan presisi antara regulator dan operator, kami optimis hal ini akan bermuara langsung pada peningkatan efisiensi operasional dan percepatan layanan logistik di Pelabuhan Belawan," ujar Hanny.
Lebih dari sekadar kesepakatan administrasi, perjanjian ini mencerminkan komitmen bersama pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam memastikan aset negara dapat dimanfaatkan secara optimal, produktif, efektif, dan efisien.
Melalui penataan aset yang semakin terintegrasi, sinergi KSOP Utama Belawan dan Pelindo diharapkan mampu mendukung pengembangan kawasan pelabuhan, memperkuat kelancaran aktivitas kepelabuhanan, serta meningkatkan daya saing Pelabuhan Belawan sebagai salah satu simpul penting logistik nasional.
Langkah kolaboratif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan aset negara yang lebih tertib, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi pelayanan publik maupun sektor logistik.
(Faisal /Gun)




