Iklan

KAI Divre I Sumut Angkut 85 Ribu Ton CPO, Perkuat Efisiensi Logistik Perkebunan

Admin : Gunawan
Sabtu, 31 Oktober 2026, 16.24 WIB Last Updated 2026-10-31T09:24:52Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


MEDAN || MataNetizenNews.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara terus memperkuat peran angkutan kereta api dalam mendukung distribusi komoditas perkebunan. Hingga Triwulan III 2026, KAI Divre I Sumut telah mengangkut sebanyak 85.785 ton minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) sepanjang Januari hingga September 2026.

Capaian tersebut meningkat 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, yang tercatat sebanyak 78.142 ton. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin pentingnya transportasi berbasis rel dalam mendukung kelancaran distribusi hasil industri kelapa sawit di Sumatera Utara.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan angkutan kereta api memiliki peran strategis dalam mendukung pengiriman komoditas perkebunan dari sentra produksi menuju simpul perdagangan dan pelabuhan.

Menurutnya, kapasitas angkut yang besar dalam satu rangkaian kereta menjadikan moda transportasi tersebut sebagai salah satu pilihan logistik yang efisien, khususnya pada jalur distribusi dengan volume muatan tinggi.

"Capaian pertumbuhan ini menggambarkan peran nyata angkutan kereta api dalam mendukung distribusi komoditas perkebunan di Sumatera Utara. Dengan kapasitas angkut yang besar dalam satu rangkaian, kereta api dapat menjadi pilihan efisien, terutama untuk koridor dengan volume muatan tinggi," ujarnya.

Sebagai salah satu daerah dengan aktivitas perkebunan dan industri pengolahan kelapa sawit yang besar, Sumatera Utara membutuhkan dukungan sistem logistik yang andal untuk menghubungkan kawasan produksi dengan fasilitas pengolahan maupun pusat perdagangan.

Penggunaan kereta api juga memberikan alternatif distribusi bagi pelaku industri sekaligus membantu mengurangi beban lalu lintas jalan raya akibat mobilitas kendaraan angkutan berat.

Meski mencatat pertumbuhan positif, potensi pengembangan angkutan CPO melalui jalur kereta api di Sumatera Utara dinilai masih sangat terbuka. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, produksi kelapa sawit daerah ini mencapai 8,25 juta ton pada 2025, dengan potensi menghasilkan sekitar 1,897 juta ton CPO.

Namun, dari potensi tersebut, angkutan kereta api baru mampu mengangkut 107.199 ton atau sekitar 5,6 persen. Kondisi ini menunjukkan masih besarnya peluang peningkatan kontribusi transportasi berbasis rel dalam rantai distribusi industri kelapa sawit.

Anwar mengungkapkan, salah satu tantangan dalam mengoptimalkan potensi tersebut adalah keterbatasan infrastruktur jaringan rel. Dari 21 kabupaten/kota penghasil sawit di Sumatera Utara, saat ini baru tujuh daerah yang telah dilintasi jalur kereta api, yakni Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Simalungun, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Batu Bara, dan Asahan.

Sementara itu, sejumlah daerah dengan perkebunan kelapa sawit yang luas, seperti Langkat, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara, belum terhubung dengan jaringan rel kereta api.

Kondisi tersebut membuat pengembangan angkutan CPO masih bergantung pada ketersediaan infrastruktur serta konektivitas antara kawasan produksi, fasilitas pemuatan, dan tujuan distribusi.

Untuk mendukung aktivitas angkutan komoditas tersebut, KAI Divre I Sumatera Utara saat ini mengoperasikan empat stasiun sebagai simpul pemuatan CPO.

Keempat stasiun tersebut meliputi Stasiun Perbaungan yang terhubung dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Adolina, Stasiun Tebing Tinggi dengan PKS Pabatu, Stasiun Perlanaan dengan PKS Gunung Bayu, serta Stasiun Pulu Raja yang terhubung dengan fasilitas pengisian PKS Pulu Raja.

Keberadaan stasiun-stasiun tersebut menjadi penghubung penting antara fasilitas pengolahan kelapa sawit dan jaringan angkutan kereta api sebelum komoditas dikirim menuju tujuan berikutnya.

"KAI Divre I Sumatera Utara terus mendorong optimalisasi angkutan barang berbasis rel untuk mendukung distribusi komoditas unggulan daerah. Melalui peningkatan keandalan layanan, pemanfaatan kapasitas sarana, serta kolaborasi erat bersama pelaku industri dan pemangku kepentingan, angkutan CPO diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya sistem logistik Sumatera Utara yang lebih efisien dan berdaya saing," tutup Anwar.

Dengan pertumbuhan angkutan CPO yang terus meningkat, KAI Divre I Sumatera Utara diharapkan semakin memperkuat kontribusi transportasi kereta api dalam mendukung rantai pasok industri perkebunan sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi komoditas unggulan Sumatera Utara.

(Faisal)

Komentar

Tampilkan

Terkini