masukkan script iklan disini
MEDAN || MATANETIZENNEWS.COM -PT Prima Pengembangan Kawasan (PT PPK) menerima kunjungan lapangan PT Danareksa (Persero) dalam rangka pelaksanaan Program Konsolidasi Kawasan Industri BUMN, Senin (14/9/26), di Kawasan Industri Kuala Tanjung (KIKT).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi, potensi, serta peluang pengembangan KIKT sebagai bagian dari proses penyusunan kajian konsolidasi kawasan industri BUMN.
PT Danareksa (Persero) ditunjuk oleh PT Danantara Aset Management untuk menyusun kajian terhadap sejumlah objek kawasan industri maupun aset yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan industri, termasuk kawasan yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
Dalam kunjungan tersebut, tim PT Danareksa melakukan peninjauan langsung ke Kawasan Industri Kuala Tanjung sekaligus berdiskusi dengan jajaran manajemen PT PPK. Peninjauan dilakukan untuk memperoleh gambaran aktual mengenai kondisi kawasan dan berbagai aspek yang menjadi bagian dalam kajian.
Aspek yang dikaji meliputi hukum, keuangan, perpajakan, operasional, komersial, teknis, lingkungan, sumber daya manusia, hingga perizinan.
Direktur PT Prima Pengembangan Kawasan, Dr. Sutanto, bersama jajaran manajemen PT PPK turut mendampingi rangkaian kunjungan. Dalam kesempatan tersebut, PT PPK memberikan pemaparan mengenai kondisi kawasan, perkembangan infrastruktur, serta potensi pengembangan Kawasan Industri Kuala Tanjung ke depan.
Kunjungan lapangan tersebut sekaligus menjadi ruang diskusi antara PT PPK dan PT Danareksa untuk melihat secara langsung potensi kawasan serta peluang pengembangan yang dapat dioptimalkan. Peninjauan lapangan diharapkan memberikan perspektif yang lebih utuh dalam proses penyusunan kajian Program Konsolidasi Kawasan Industri BUMN.
Koordinator Wilayah PT Danareksa (Persero), Herman Syafi’i, bersama tim yang terdiri dari Aditya Rahman, Ryan Cipta Kusuma, Renny Kamal, dan Kevin HM Aritonang, turut mengikuti rangkaian kunjungan dan diskusi bersama jajaran manajemen PT PPK.
Bagi PT PPK, kunjungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan kondisi dan potensi Kawasan Industri Kuala Tanjung sebagai kawasan yang dikembangkan dalam ekosistem Pelindo Group.
Melalui pertukaran informasi dan diskusi yang dilakukan, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai peluang pengembangan serta optimalisasi kawasan dalam mendukung arah konsolidasi kawasan industri BUMN.
Program konsolidasi kawasan industri BUMN diharapkan dapat mendorong terciptanya pengelolaan kawasan yang semakin terintegrasi dan efektif, sekaligus mengoptimalkan potensi aset yang dimiliki BUMN.
PT PPK akan terus mendukung proses koordinasi serta penyediaan informasi yang dibutuhkan dalam rangkaian kajian tersebut.
(Faisal)




