Iklan

Lapas Pemuda Kelas III Langkat Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H , Tanamkan Toleransi dan Keteladanan Rasulullah SAW

Admin : Gunawan
Rabu, 09 September 2026, 04.14 WIB Last Updated 2026-09-14T11:14:47Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


LANGKAT || MataNetizenNews.com – Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas III Langkat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Alhadi Lapas Pemuda Kelas III Langkat, Rabu (9/9/2026).

Mengusung tema “Membangun Toleransi dan Solidaritas dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW”, kegiatan tersebut diikuti petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari pembinaan kepribadian sekaligus upaya memperkuat nilai keagamaan dan kebersamaan di lingkungan lapas.

Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali mengenang perjuangan serta keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, persaudaraan, toleransi dan saling menghormati.

Dalam kegiatan tersebut, tausiyah disampaikan Ustadz Dr. H. Adi Sucipto, M.Ag. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menerapkan kejujuran, kesabaran, kepedulian serta sikap saling menghargai.

“Keteladanan Rasulullah SAW hendaknya tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” menjadi pesan utama dalam tausiyah yang disampaikan.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Bagi WBP, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga bagian dari proses pembinaan karakter untuk membangun pribadi yang lebih baik.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Pemuda Kelas III Langkat berharap nilai-nilai akhlak Rasulullah SAW dapat semakin tertanam dalam diri petugas maupun WBP, sehingga tercipta lingkungan pemasyarakatan yang harmonis, toleran, saling menghargai dan memperkuat semangat persaudaraan.

Peringatan Maulid Nabi ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Lapas Pemuda Kelas III Langkat dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku, tetapi juga membentuk WBP agar memiliki nilai moral dan keagamaan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

(Redaksi)
Komentar

Tampilkan

Terkini