masukkan script iklan disini
LANGKAT || MataNetizenNews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas III Langkat memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam membahas penanganan pascabanjir serta pengembangan potensi ketahanan pangan di Desa Cempa, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan audiensi yang dihadiri Kalapas Pemuda Kelas III Langkat yang diwakili Kepala Sub Seksi Pembinaan, Efri Yanto, bersama anggota DPRD Kabupaten Langkat, Pemerintah Kecamatan Tanjung Pura, Pemerintah Desa Cempa, serta berbagai unsur terkait.
Pertemuan tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat Desa Cempa terkait dampak banjir yang melanda wilayah tersebut dan berlangsung cukup lama. Kondisi itu turut berdampak pada sejumlah infrastruktur desa, khususnya akses jalan yang menjadi perhatian utama masyarakat.
Salah satu ruas jalan yang dikeluhkan adalah akses dari Simpang Lapas hingga Ketapang, termasuk jalan menuju Kantor Desa Cempa. Masyarakat menyampaikan bahwa kondisi jalan mengalami kerusakan, penyempitan badan jalan, serta banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan.
Selain menghambat mobilitas warga, kondisi infrastruktur tersebut juga dinilai berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan karena telah menyebabkan beberapa kecelakaan.
Dalam audiensi itu, Pemerintah Desa Cempa berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah terhadap penanganan pascabanjir, perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas jalan, serta penerangan di wilayah desa.
Pembahasan juga mencakup penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan kelompok tani dan penyesuaian terhadap perkembangan teknologi pertanian. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung produktivitas masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan warga.
Lapas Pemuda Langkat Siap Dukung Desa Binaan
Mewakili Kalapas Pemuda Kelas III Langkat, Efri Yanto menyampaikan kesiapan Lapas untuk mendukung berbagai program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di bidang ketahanan pangan.
Menurutnya, lingkungan Lapas memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui program Desa Binaan. Namun, pengembangan program tersebut memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai, termasuk akses jalan menuju kawasan tersebut.
“Kami siap mendukung program-program yang berdampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam bidang ketahanan pangan. Lingkungan Lapas memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui program Desa Binaan dan membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai agar berbagai program pembinaan dan pemberdayaan dapat berjalan optimal,” ujar Efri Yanto.
Ia menambahkan, sinergi antara Lapas, pemerintah desa, kecamatan, DPRD, BPBD, dan dinas terkait menjadi bagian penting dalam mendorong keberhasilan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Audiensi berlangsung dalam suasana konstruktif dan menghasilkan kesepahaman bersama mengenai pentingnya kolaborasi dalam menangani dampak banjir, memperbaiki infrastruktur, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat Desa Cempa.
Melalui pertemuan tersebut, diharapkan aspirasi masyarakat dapat menjadi perhatian bersama dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing pihak demi terciptanya lingkungan yang lebih aman, produktif, dan sejahtera.
(Red)




