Iklan

Studi Tiru ke Lapas Kelas I Medan, Lapas Narkotika Langkat Perkuat Program Kemandirian dan STM

Admin : Gunawan
Jumat, 10 Juli 2026, 03.44 WIB Last Updated 2026-08-05T10:44:48Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

MEDAN | MataNetizenNews.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan serta memperkuat kesejahteraan internal pegawai, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Langkat melaksanakan studi tiru ke Lapas Kelas I Medan, Rabu (8/7/2026).

Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lapas Narkotika Langkat, Yan Patmos, ini difokuskan pada dua agenda utama, yakni mempelajari pengelolaan program pembinaan kemandirian warga binaan serta manajemen Serikat Tolong Menolong (STM) sebagai wadah sosial bagi para pegawai.

Rombongan disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, bersama jajaran pejabat struktural. Turut mendampingi Plt. Kalapas Narkotika Langkat dalam kegiatan tersebut para pejabat dari bidang Tata Usaha, Kegiatan Kerja, Keamanan dan Ketertiban, serta staf.
Dalam sesi diskusi, kedua belah pihak bertukar pengalaman terkait pengelolaan STM yang selama ini menjadi sarana mempererat solidaritas dan kepedulian antarsesama pegawai, baik dalam momen suka maupun duka.

Selain membahas pengelolaan organisasi internal, rombongan juga meninjau langsung berbagai program pembinaan kemandirian warga binaan yang menjadi unggulan Lapas Kelas I Medan.
Program tersebut meliputi sektor pertanian dan hidroponik dengan budidaya tanaman hortikultura, sektor perikanan melalui pembibitan dan pengembangbiakan ikan lele serta ikan mas, hingga sektor peternakan yang mengembangkan ayam petelur, burung puyuh, dan ayam kampung.

Tak hanya itu, rombongan juga melihat fasilitas usaha jasa berupa doorsmeer atau pencucian kendaraan serta bengkel mobil yang dikelola oleh warga binaan sebagai bekal keterampilan setelah bebas nantinya.

Plt. Kalapas Narkotika Langkat, Yan Patmos, mengatakan bahwa studi tiru tersebut merupakan langkah strategis untuk menyerap berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan di Lapas Kelas I Medan.

"Kegiatan studi tiru ini adalah langkah strategis kami untuk menyerap formula berharga dari Lapas Kelas I Medan. Kami melihat pengelolaan pembinaan kemandirian serta manajemen STM di sini sangat baik. Hal-hal positif inilah yang akan kami bawa dan implementasikan di Lapas Narkotika Langkat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai bentuk sinergi dan saling berbagi pengalaman antarunit pemasyarakatan.

"Kami sangat mengapresiasi kunjungan silaturahmi dan studi tiru dari jajaran Lapas Narkotika Langkat. Semoga apa yang diterapkan di Lapas Kelas I Medan dapat menjadi referensi positif dan memberikan manfaat bagi kemajuan Lapas Narkotika Langkat," katanya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat berharap mampu mengadopsi berbagai inovasi pembinaan kemandirian bagi warga binaan sekaligus memperkuat pengelolaan STM guna menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, solid, dan penuh kepedulian. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen mempererat sinergi antarunit pemasyarakatan.

(Redaksi)
Komentar

Tampilkan

Terkini