Iklan

PMT Terminal Kuala Tanjung Jadi Sarana Pembelajaran Manajemen Mutu bagi Mahasiswa STIP

Admin : Gunawan
Rabu, 01 Juli 2026, 02.36 WIB Last Updated 2026-07-01T16:24:54Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


BATU BARA || MATANETIZENNEWS.COM – PT Prima Multi Terminal (PMT) menerima kunjungan edukatif puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) di Terminal Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan untuk memperkenalkan penerapan sistem manajemen mutu dan transformasi digital dalam operasional pelabuhan (30/06/26).

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa bersama dosen pendamping memperoleh pemaparan mengenai tata kelola perusahaan sekaligus meninjau langsung aktivitas operasional terminal peti kemas yang menjadi salah satu simpul logistik strategis di wilayah barat Indonesia.

Peserta mendapatkan penjelasan mengenai penerapan sistem manajemen yang menjadi pedoman perusahaan dalam menjalankan operasional sehari-hari. Materi yang disampaikan meliputi pengelolaan organisasi, kepemimpinan, identifikasi dan mitigasi risiko, evaluasi kinerja, hingga mekanisme perbaikan berkelanjutan guna menjaga kualitas layanan.

Melalui kunjungan lapangan tersebut, mahasiswa juga dapat melihat secara langsung implementasi standar operasional pada pelayanan kapal, kegiatan bongkar muat peti kemas, serta pengelolaan arus barang yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di kawasan pelabuhan.

PMT telah mengintegrasikan sistem manajemen mutu ke dalam berbagai proses bisnis utama, mulai dari layanan bongkar muat peti kemas, kegiatan receiving dan delivery, hingga pelayanan yang berkaitan dengan pemeriksaan kepabeanan dan karantina. Penerapan standar tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga konsistensi layanan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Direktur Operasi dan Teknik PMT, Wahyudi, mengatakan bahwa pengelolaan pelabuhan modern tidak hanya mengandalkan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia, tetapi juga membutuhkan dukungan sistem yang mampu memastikan setiap proses berjalan sesuai standar.

"Standar mutu menjadi pedoman dalam setiap tahapan operasional. Namun, penerapannya akan lebih efektif apabila didukung pemanfaatan teknologi digital yang memungkinkan proses kerja dipantau secara real time, sehingga potensi kendala dapat diidentifikasi lebih cepat dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap terjaga," ujar Wahyudi.

Menurutnya, digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi proses kerja, tetapi juga memperkuat akurasi data dan koordinasi antarbagian sehingga pelayanan dapat berlangsung lebih cepat, transparan, dan sesuai kebutuhan pengguna jasa.

Ia menambahkan, kunjungan industri seperti ini merupakan salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia sektor maritim. Mahasiswa diharapkan memperoleh gambaran nyata mengenai tantangan industri kepelabuhanan sekaligus kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.

Sebagai salah satu simpul logistik strategis nasional, Terminal Kuala Tanjung terus memperkuat penerapan sistem manajemen mutu dan transformasi digital guna meningkatkan daya saing layanan pelabuhan di tingkat nasional maupun internasional.
(Faisal)
Komentar

Tampilkan

Terkini