Iklan

Pembinaan Humanis, Rutan Labuhan Deli Ajak Warga Binaan Refleksi Diri Melalui Basuh Kaki

Admin : Gunawan
Jumat, 31 Juli 2026, 02.14 WIB Last Updated 2026-07-31T09:14:21Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


LABUHAN DELI || MATANETIZENNEWS.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli terus menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui berbagai program pembinaan yang menyentuh aspek mental, moral, dan spiritual. Salah satu program yang rutin dilaksanakan adalah kegiatan Basuh Kaki, sebagai bagian dari pembinaan moralitas untuk membentuk karakter positif dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan (20/07/26).

Kegiatan tersebut menjadi sarana refleksi diri bagi para Warga Binaan dengan menanamkan nilai kerendahan hati, saling menghormati, kasih sayang, serta pentingnya sikap saling memaafkan. Melalui pendekatan yang humanis, Warga Binaan diajak untuk merenungkan perjalanan hidup, memperbaiki diri, dan menumbuhkan tekad menjadi pribadi yang lebih baik.

Kepala Rutan Kelas I Labuhan Deli, Eddy Junaedi, mengatakan bahwa pembinaan moral dan spiritual merupakan salah satu pilar penting dalam sistem pemasyarakatan. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya dilihat dari tingkat kedisiplinan, tetapi juga dari perubahan sikap, perilaku, dan karakter Warga Binaan selama menjalani masa pidana.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap Warga Binaan mampu membangun kesadaran untuk memperbaiki diri, menanamkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari, serta mempersiapkan diri agar dapat kembali diterima di tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik," ujar Eddy Junaedi.

Ia menambahkan, Program Basuh Kaki merupakan bagian dari rangkaian pembinaan moral yang dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya membentuk pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Melalui pembinaan yang konsisten, Rutan Kelas I Labuhan Deli berharap setiap Warga Binaan memiliki bekal moral, spiritual, dan mental yang kuat untuk mendukung proses reintegrasi sosial. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang taat hukum, produktif, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
 (Redaksi)
Komentar

Tampilkan

Terkini