Iklan

WALUBI Medan Perkuat Kerukunan Antarumat Beragama di Sinode Diosesan VII

Admin : Gunawan
Kamis, 18 Juni 2026, 05.21 WIB Last Updated 2026-06-18T12:21:25Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


MEDAN || MATANETIZENNEWS.COM – Semangat kerukunan antarumat beragama di Kota Medan kembali diperkuat melalui kehadiran Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Kota Medan dalam kegiatan Sinode Diosesan VII Keuskupan Agung Medan (KAM) yang berlangsung di Ruang Orchid Catholic Center Medan.Sabtu (07/02/26).

Kegiatan yang mengusung tema “Berjalan Bersama, Mendengarkan, Menguatkan, dan Mewartakan” tersebut menjadi wadah dialog dan refleksi bersama untuk membangun kehidupan beragama yang harmonis dan inklusif di tengah masyarakat yang majemuk.

Ketua WALUBI Medan, Arman Chandra, yang diwakili Sekretaris WALUBI Medan, Ridwan, hadir memberikan dukungan serta pandangan dari perspektif ajaran Buddha terkait nilai-nilai kebersamaan yang menjadi semangat utama dalam Sinode Diosesan VII.

Dalam pemaparannya, Ridwan menyampaikan bahwa tema yang diangkat memiliki keselarasan kuat dengan ajaran Dharma. Menurutnya, konsep “Berjalan Bersama” dalam Buddhisme dikenal melalui ajaran Kalyanamitta atau sahabat sejati yang saling mendukung dalam perjalanan spiritual dan kehidupan sosial demi terciptanya kesejahteraan bersama.

Ia juga menekankan pentingnya seni mendengarkan dengan penuh kesadaran (Sati) sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada sesama. Melalui sikap mendengarkan secara mendalam, setiap individu dapat memahami harapan maupun kesulitan orang lain tanpa prasangka dan penghakiman.

Selain itu, Ridwan menggarisbawahi pentingnya semangat gotong royong dan pelayanan sebagai wujud nyata ajaran kedermawanan (Dana) dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Menurutnya, menguatkan sesama berarti hadir sebagai pendukung dan pelindung bagi mereka yang membutuhkan.

“Mewartakan kedamaian dapat dilakukan melalui keteladanan hidup yang damai, jujur, dan penuh kasih. Dengan demikian, kehadiran kita mampu membawa kesejukan dan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Kehadiran WALUBI Medan dalam agenda besar umat Katolik tersebut menjadi bukti nyata bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi terjalinnya kerja sama dalam membangun nilai-nilai kemanusiaan. Sinergi antarumat beragama di Kota Medan diharapkan terus tumbuh sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang harmonis, toleran, dan inklusif.

“Kehadiran kami di sini adalah wujud nyata moderasi beragama. Kita semua sedang menempuh perjalanan yang sama menuju kedamaian dunia, melalui jalan yang berbeda namun tetap beriringan,” tutup Ridwan.

(Red)


Komentar

Tampilkan

Terkini